Giveaway 

Source: Giveaway 

May I win this giveaway 😄😄

Advertisements

Rekomendasi: Machida-kun no Sekai 

Machida-kun no Sekai atau terjemahan bebasnya Dunia Machida-kun adalah sebuah manga dengan genre slice of life. 
Sebelum kalian bilang ‘slice of life? Bosan. Ga ada aksinya’, TUNGGU DULU. Machida-kun no Sekai adalah manga yang sangat pantas untuk dibaca karena bukan hanya sekedar slice of life biasa. 
Menceritakan tentang sang tokoh utama yang namanya dipakai di judul manga, Machida-kun no Sekai mengisahkan kehidupan sehari-harinya Machida-kun. Dia sama sekali bukan cowok super berkilauan dengan rambut pirang dan tatapan mata yang bikin cewek menjerit, tapi Machida-kun adalah tokoh yang sangat lovable. 


Machida-kun ini, mengutip langsung kata-katanya “mencintai manusia”. Dia selalu siap menolong siapapun, tahu bagaimana memberi semangat pada orang yang gundah gulana, rajin menabung *uhuk*, pokoknya tipe cowok malaikat banget. 
Dimana plot twistnya? 
Nah, Machida-kun ini populer. Bukan populer karena tampang tapi karena kebaikannya. Saking banyaknya yang ngefans, dia adalah cowok populer nomor 2 disekolahnya. Hanya saja, Machida-kun tidak pernah sadar. Dia tidak tahu kalau banyak orang yang menyayanginya (dan mengaguminya) . 
Membaca manga ini malam2 sepulang kerja bisa lumayan menyembuhkan lelah hati setelah seharian diluar. Sama sekali tidak ada drama nggak penting atau aksi pahlawan super. Yang ada hanyalah kisah kehidupan sehari-hari Machida-kun dengan keluarga dan teman-temannya yang akan menghangatkan hatimu. 

10/10 buat Cha!!

Wagamama Onna Ni Tensei Shita Yo

Chapter 1

Tubuhku terasa berat.

Mungkin karena terlalu lama berbaring, kepalaku terasa pening dan juga sakit.

Apa aku ketiduran? Atau mungkin demam?

Panas yang tinggi membuatku tidak berdaya dan sulit untuk bergerak.

Saat aku membuka mataku, ruangan terlihat remang-remang.

 

“Uuu..”

Aku mencoba untuk duduk.

Segera saja kepalaku terasa pening dan aku kembali berbaring  di bantal.

 

“Haaa…Haus…”

Tanpa sadar aku bergumam pelan.

Seseorang kemudian membuka kanopi tempat tidurku.

 

“Okusama![1] Akhirnya anda sadar! Saya akan segera memanggil dokter!”

Aku tidak terlalu mengerti karena keadaan sekelilingku yanng gelap, tapi seorang wanita berbicara padaku sebelum pergi dengan tergesa-gesa.

 

. . . . dimana ini? Bukan dirumahku kan?

Aku . . . siapa aku?

Tidak, aku tahu siapa diriku.

Aku Tanaka Yuri.

Bukankah aku hari ini tidak masuk sekolah karena sedang sakit?

Demamku begitu tinggi, aku harusnya saat ini sedang beristirahat kan?

Kenapa aku tidak berada di rumahku?

Dimana ibuku?

 

Tempat ini tidak terlihat seperti rumah sakit, tapi . . . mungkin rumah sakit VVIP untuk selebriti?

Tapi, aku yakin mereka tidak menggunakan tempat tidur berkanopi, kan?

Kepalaku masih pening dan aku tidak bisa berpikir dengan jernih.

Aku lelah . . .

 

Terdengar langkah kaki di koridor.

Pintu terbuka dengan suara batan, dan beberapa orang masuk ke kamar.

 

“Permisi, okusama.”

Aku mendengar suara seorang laki-laki dan seseorang memegang tanganku.

 

Dokter?

Aku membuka mataku dan menatap ke arah samping.

Seorang lelaki paruh baya dengan kumis memeriksa denyut nadiku dan mengukur temperatur tubuhku dengan cara menyentuh dahiku.

Dia seorang dokter.

 

“A . . . air . . .”

 

Kerongkonganku terasa kering dan membuatku susah untuk bicara.

Setelah aku terbatuk, seseorang membantuku minum dengan sendok.

Air membasahi bibirku dan perlahan mulutku tidak lagi terasa kering.

 

“Terima kasih.”

 

Saat aku mengucapkan terima kasihku, sendok yang berada di bibirku bergerak.

N? Karena heran, aku mengangkat kepalaku dan melihat perawat yang membantuku menatapku dengan ekspresi terkejut.

Ada apa?

 

“Okusama, panas anda akhirnya turun, tapi anda butuh lebih banyak istirahat. Saya mohon anda minum obat ini dan menghabiskan sup anda.”

 

“Aku mengerti. Terima kasih . . . banyak.”

 

“Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu.”

Doktor itu keluar dari kamar.

 

“Okusama, apakah saya perlu menyiapkan supnya sekarang?”

 

. . . orang-orang ini sejak tadi memanggilku Okusama, apakah ini benar-benar rumah sakitnya selebriti? Tidak . . . tidak . . . aku bahkan tidak yakin apakah ini rumah sakit atau bukan.

Ada sesuatu yang aneh disini.

 

“Okusama?”

“Ah, maaf. Apakah kamu bisa menyiapkan supnya?”

 

Aku mendengar perutku mulai berbunyi.

Aku bahkan merasa aku bisa menghabiskan satu porsi penuh Baumkuchen.

Ada banyak ruang di perutku.

 

Saat aku menatap perawat (atau bukan?), ia membeku dengan mulut yang menganga lebar.

Apa dia baik-baik saja?”

 

“Apa ada yang salah?”

“Ti . . . tidak, saya mohon maaf! Saya akan segera membawakannya!”

 

Maid-san yang baru saja kembali sadar . . . un, daripada perawat, dia lebih terlihat seperti pelayan. Dia bergegas meninggalkan kamar.

 

Fuu . . . aku lelah . . . mengantuk . . . lapar . . . mengantuk . . .

[1] Okusama: kalau dalam bahasa Indonesia, lebih seperti ‘Nyonya’

Buat yang belum tahu, ini Baumkuchen

Baumkuchen

Wagamama Onna ni Tensei Shita Yo

Judul                     : Wagamama Onna ni Tensei Shita Yo, Reincarnated into A Selfish Woman, Reinkarnasi jadi seorang Wanita Egois

Genre                   : Komedi, Fantasi, Josei, Slice of Life, Memasak, Fluff

Bahasa                  : Jepang

Pengarang          : B. Branch

Status                   : On-going (49 chapter)

Penerjemah       : Shinsori Translation

Deskripsi              :

Aku adalah istri kedua dari seorang bangsawan dengan seorang anak laki-laki yang bereinkarnasi. Kepribadianku egois, mudah marah, dan sering histeris. Hubunganku dengan suamiku sangat dingin dan aku diabaikan oleh semua orang. Tapi, putraku sangat lucu. Karena sihir kelihatannya bisa digunakan di dunia ini, aku akan menjalani hidupku bersama dengan putraku dengan bahagia.

 

 

Cha’s opinion:

As usual, Cha lemah dengan cerita yang fluffy. Walaupun ada sisi gelapnya, cerita ini lumayan santai dengan chapter yang tidak terlalu panjang. Tokoh-tokohnya menarik, dan jika kamu menyukai cerita yang ringan, manis, menghibur, dan pastinya bikin lapar, Cha akan menyarankan novel ini untuk kalian!

 

Chapter 1

Sang Reinkarnator Tak Ingin Curang, Prolog

Aku berjalan-jalan di tengah desa sambil menikmati cahaya matahari yang hangat. Ibu berkata ia akan membuat selai karena buah Rabo akan segera matang. Aku sangat menyukai buah Rabo dan aku juga sangat menyukai selai yang terbuat dari buah Rabo. Karena itulah dengan riang aku menyanyikan ˹Raran, ran˼ . Ibu juga bernyanyi saat memasak, namun aku tak pernah mendengarnya menyanyikan lagu yang sama.

Saat ditanya ‘Kenapa?’ Ibu menjawab ‘Itu improvisasi.’

Saat ia ditanya , ‘Apa itu improvisasi?’, Ibu berkata kepada dua kakak laki-laki dan kakak perempuanku, ‘Itu adalah sesuatu yang terpikir tanpa sebelumnya kau rencanakan.’ Setelah itu untuk lebih jelasnya ibu menambahkan, ‘Contohnya hukuman!’

Hukuman dari ibu tak ada bandingannya. Kakak, apa yang sudah kau lakukan?

Saat ini, Ibu, kakak perempuanku, dan nenek sedang bekerja mewarnai kain yang baru ditenun. Ayah, kakak laki-lakiku, dan kakek berada di ladang gandum. Sebagai anak yang paling kecil, aku tak boleh mengganggu mereka, dan aku juga bekerja, dengan cara bermain. Saat aku besar nanti, aku bertanya-tanya apakah aku juga harus membantu mereka bekerja.

Saat aku sampai ditepi desa, aku bertemu dengan Kuga-san yang membawa kayu bakar.

“Selamat pagi, Kuga-san.” Aku menyapanya sambil menundukkan kepalaku. Ayah selalu berkata bahwa sapaan itu sangatlah penting.

“Oh, Mira. Kau selalu menyapa dengan sopan, itu bagus. Walaupun saudara-saudaramu jauh lebih tua darimu, kau tumbuh dengan baik. Gai juga jauh lebih muda dari saudara-saudaranya . . . tapi dia berbeda, huh?”

Aku tidak tahu kenapa, tapi Kuga-san menepuk kepalaku pelan. Waai, aku dipuji!

Kuga-san adalah satu-satunya pandai besi Desa Ilga. Ia bisa meminjam kekuatan Roh Api, jadi ia bisa menggunakan sihir. Saat ia masih muda, pekerjaannya adalah memburu monster atau mengumpulkan tanaman obat, namun setelah ia terluka parah, ia melanjutkan bisnis keluarganya.

Walau aku berpikir bertarung dengan monster adalah sesuatu yang mengerikan, tapi aku ingin bisa menggunakan sihir. Aku ingin bertemu dengan para Roh. Aku ingin tahu seperti apa rupa mereka. Apa mereka berkilauan? Sepertinya hanya orang-orang dengan penglihatan khusus yang bisa melihat para Roh. Kuga-san berkata kalau ia tidak bisa melihat mereka.

“Apa kau bermain sendirian hari ini?”

“Ya, karena Gai bermain bola di lahan kosong.”

Gai adalah temanku dari kecil yang biasa bermain denganku.

“Mungkin karena sesekali Gai ingin bermain dengan anak laki-laki lainnya. Apa kau akan baik-baik saja sendirian?”

“Aku baik-baik saja. Walaupun tubuhku lemah, aku bisa berjalan-jalan sendirian. Lagipula Gai tidak bisa selalu bersamaku.”

“Hoo.. Begitu? Tapi, walau sinar matahari hangat, anginnya masih dingin. Jangan sampai kau demam, paham? Sampai nanti, ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.” Kuga-san berkata sambil masuk rumahnya. Orang-orang dewasa selalu menganggap Gai dan aku sebagai sebuah set. Mungkin itu karena kami bertetangga dan selalu bersama sejak kami dilahirkan. Kakak-kakakku dulunya bermain denganku, tapi sekarang mereka sibuk membantu Ayah dan Ibu sehingga mereka tidak bisa lagi bermain bersamaku.

“Ayo lihat bagaimana keadaan Gai. Aku hanya akan melihat dari jauh. Setelah itu aku akan pulang.”

Aku sedikit kesepian dan mengubah arahku. Aku akan melihat lahan kosong dan kemudian pulang. Karena Kuga-san berkata sesekali Gai juga ingin bermain dengan anak laki-laki, aku tak boleh merepotkan Gai.

Jika aku berlari, aku akan kesulitan bernapas, jadi aku hanya berjalan ke arah lahan kosong dengan langkah cepat. Disana ada delapan orang anak laki-laki dan seseorang yang terkenal tomboy. Mereka semua berlarian dengan gembira.

Tak ada anak perempuan disana.[1]

Permainan itu lumayan menarik. Namun karena aku tak bisa berlari, aku juga tak bisa ikut bermain bola.

“Waktunya pulang.” Saat aku berbalik, aku mendengar Gai berteriak.

“Awas!!”

 -//-

                Ketika aku membuka mataku, melihat langit-langit yang terbuat dari kayu membuatku bingung. Bukankah biasanya ruangan rumah sakit berwarna putih? Tak ada lampu. Tempat tidurnya juga terasa keras.

Sepertinya aku berada di dalam sebuah ruangan suram dengan dengan dinding kayu dan berbaring diatas tempat tidur yang tidak nyaman. Aku mengamati sekelilingku dan melihat sebatang lilin menyala diatas meja.

Mungkin ini bukan rumah sakit?

Bukankah harusnya aku sudah meninggal setelah tertabrak mobil dengan begitu kerasnya? Tak peduli bagaimanapun caranya aku tertabrak, aku seharusnya terluka parah. Aku jarang berolahraga dan aku tak suka minum susu, jadi tulangku pastilah sangat rapuh. Salah satu tulangku mungkin saja patah dan menusuk organ dalamku . . . .

Itu terdengar menyakitkan. Sebaiknya aku berhenti membayangkannya.

Bagaimanapun juga, karena sekarang aku sadar artinya aku pasti selamat! Tapi kenapa aku tak berada di rumah sakit? Lebih-lebih lagi, kecuali kepalaku, aku sama sekali tidak merasakan sakit pada tubuhku. Saat aku masih sedang berpikir dan bangun dari tempat tidur, aku mendengar suara langkah yang keras mendekati ruanganku. “*BAN*” Seseorang membuka pintu dengan suara keras.

“Maafkan aku, Mira!”

Hal pertama yang diucapkan anak laki-laki itu adalah permintaan maaf. Aku melihat rambut dan mata anak itu yang berwarna merah dan akhirnya paham.

“Reinkarnasi ke dunia lain ternyata memang benar-benar ada.”

“Apa kepalamu baik-baik saja?”

Untuk saat ini, aku lempar saja bantal yang keras ini.

Kena!!

.

[1] Yah, kelihatannya disana tomboy itu tidak dihitung sebagai anak perempuan.

Sang Reinkarnator Tak Ingin Curang

the-reincarnated-person-doesnt-want-to-cheat-ln1

Tenseisha wa Cheat o Nozomanai

Sang Reinkarnator Tak Ingin Curang

Genre: Fantasy, Shoujo

Pengarang: Natsuki Aoi

Penerjemah: Yukkuri Oniisan

Sinopsis:

Dia hidup dengan damai di dunia sihir, namun setelah kepalanya terbentur, Mira mengingat bagian dari kehidupannya sebelumnya.

Ini adalah cerita fantasi klise tentang seseorang yang bereinkarnasi dan diberi misi yang merepotkan.

Dia tidak ingin terlibat dengan hal-hal yang merepotkan, namun ia tak bisa menghindari takdirnya.

Saat kekuatan sihirnya diuji, rahasianyapun terungkap.

Bersama dengan temannya Gai, ia mendaftar di Akademi Sihir, namun . . . . .

Cha’s opinion:

Novel ini juga ada versi manganya. Cha awalnya membaca manga dan tertarik membaca novel karena tokohnya yang imut. Cerita ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris oleh Yukkuri-oniisan dari Yukkuri Free Time Literature Service, dan bagi yang berminat membaca versi bahasa Inggrisnya bisa berkunjung kesana.

Cerita ini dimulai saat Mira yang kepalanya terbentur mendapatkan ingatan tentang kehidupannya yang sebelumnya. Bukannya  memanfaatkan ingatan dan kekuatannya untuk membuat sebuah perubahan yang revolusioner, Mira hanya ingin hidup dengan aman dan damai di desa bersama dengan keluarganya.

Tapi seperti cerita reinkarnasi biasanya, Mira tak bisa bersantai karena ia punya sebuah misi.

Walaupun sampai sekarang Mira masih belum ingat misinya apa.

 

Prolog